Loading Test

Apa itu loading test ?

Tata cara pelaksanaan loading test telah disesuaikan dengan Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBI 1971, 1983) dan SNI 2487-2013. Selain itu dipergunakan juga American Code Institute (ACI 318) sebagai referensi untuk meneliti kekuatan struktur eksisting secara langsung di lapangan, loading test dilakukan pada pelat lantai yang ditentukan, dimana sistem pembebanan yang dipakai adalah beban air yang dianalogikan sebagai beban merata.

Standar

Standar yang dipakai dalam pengujian ini adalah:

  • Peraturan Beton Bertulang SNI 2487-2013
  • ACI 318-14

Prosedur

Prosedur Loading test adalah langkah-langkah yang akan diaplikasikan di lapangan terdiri dari persiapan, penentuan area pembebanan, sampai dengan pemasangan dial yang akan digunakan untuk mengetahui lendutan yang terjadi di lokasi yang akan diuji.

Pembebanan

Pembebanan dilaksanakan dengan menggunakan beban air yang dimasukkan ke dalam kolam yang telah dibuat. Pembebanan dilakukan secara bertahap. Tinggi air yang akan diaplikasikan pada kolam tersebut dengan beban 100% adalah sebesar 500 mm (beban 500 kg/m2).

Pengukuran

Pengukuran lendutan adalah inti dari loading test, dimana lendutan yang terjadi dapat memberikan indikasi dari kekuatan struktur eksisting dan perilaku struktur pada saat menerima beban.

Pengukuran lendutan menggunakan dial gauge dengan ketelitian 0,001 mm kapasitas 50 mm. Dial-dial tersebut dipasang pada tiang-tiang referensi yang bebas dari pengaruh pergerakan-pergerakan yang dapat mempengaruhi pembacaan.

Selain pengukuran lendutan, perilaku struktur lainnya yang terjadi selama loading test seperti adanya retakan, deformasi maupun gejala failure diamati dan dicatat sebagai tambahan informasi.